MANOKWARI — Generasi muda Papua hari ini tidak sedang baik-baik saja. Di tengah gempuran zaman dan krisis kesadaran kritis, sebuah perlawanan literasi meletus dari sudut Amban. Lapak Baca Karet Hamit resmi dibuka sebagai panggung perlawanan intelektual untuk membedah realitas dan membongkar akar penindasan di Tanah Papua.
Diprakarsai langsung oleh Jhon Baru (Ketua Ikatan Mahasiswa Karet Hamit), lapak baca ini hadir bukan sekadar tempat menumpuk kertas, melainkan kawah candradimuka untuk menggembleng pikiran pemuda, mahasiswa, dan rakyat Amban agar tidak terus-menerus dinina-bobokan oleh keadaan.
Mengapa Harus Melawan Lewat Buku?
Kondisi hari ini telanjang dan memuakkan: minimnya kesadaran literasi telah menumpulkan daya kritis generasi muda Papua! Tumpulnya pikiran membuat rakyat buta terhadap dinamika, ketidakadilan, dan persoalan hidup yang sedang menjerat Tanah Papua.
Lapak Baca Karet Hamit menegaskan bahwa membaca bukan sekadar memperkaya wawasan, melainkan alat pemicu revolusi kesadaran. Membaca adalah kunci meretas pintu dunia baru—dunia tanpa penindasan!
“MEMBACA UNTUK HIDUP, MENULIS UNTUK KEABADIAN!”
Amunisi Pikiran yang Disiagakan
Tidak ada bacaan kacangan. Di hamparan lapak ini, amunisi teoretis dan realitas sosial disajikan secara tajam untuk membakar nalar kritis:
* Madilog & Masa Aksi (Karya Tan Malaka) — Menggembleng cara berpikir logis, materialistis, dan radikal dalam mengorganisir gerakan.
* Potret HAM Papua — Menelanjangi realitas ketidakadilan dan merekam jejak luka kemanusiaan di Tanah Papua.
* Homo Deus (Yuval Noah Harari) — Membuka wawasan atas arah peradaban, teknologi, dan masa depan kekuasaan.
* Filosofi Teras — Menempa ketahanan mental dan ketenangan jiwa di tengah badai realitas yang keras.
Rapatkan Barisan! Catat Waktu dan Lokasinya:
Lapak ini dibuka SECARA UMUM untuk seluruh mahasiswa, pemuda, dan masyarakat yang menolak patuh pada kebodohan!
* Hari/Jadwal: Setiap Sabtu & Minggu
* Waktu: Pukul 14.00 WIT – Selesai
* Lokasi: Amban Manunggal (Tepat di Depan Asrama Maybrat, Manokwari, Papua Barat)
Jangan biarkan pikiranmu tumpul dan ditindas! Datang, duduk, baca, dan pertajam analisismu demi masa depan anak-anak Papua!
Penulis : Nelson Krenak




+ There are no comments
Add yours