PAPUA BERDUKA : KEBEBASAN AKAN DATANG UNTUK SEMUA BANGSA

Manokwari, Woflenews.com – Solidaritas Rakyat Papua Barat Bergerak menggelar Panggung Merdeka di hari Ulang Tahun Kemerdekaaan Bangsa Indonesia 17 Agustus 2026, sebagai bentuk protes akan situasi darurat kemanusian di seluruh Tanah Papua. Wajah Republik ini selama 81 Tahun tidak memihak kepada masyarakat adat, Perampasan Tanah adat dari Sabang sampai merauke dan rentetan peristiwa penembakan oleh militer di Seluruh tanah Papua akhir-akhir ini sudah menunjukkan perilaku yang biadab dan tidak manusiawi terhadap rakyat sipil. Pembunuhan rakyat sudah dianggap sebagai seremonial menyongsong hari kemerdekaan, peristiwa penembakan 3 warga sipil pada tanggal 14 Agustus 2026 di Kabupaten Maybrat membuktikan tidak ada satupun kebijakan yang menghargai Hak Asasi Manusia.
Solidaritas Rakyat Papua Barat Bergerak memyampaikan GUGATAN MORAL RAKYAT TERTINDAS: Apakah pantas sebagai rakyat tertindas harus diam? Apakah pantas Ruang Hidup Dirampas Negara Sendiri Dan Kita Harus Diam? Apakah pantas nyawa seluruh rakyat tertindas dan khususnya rakyat Papua dijadikanTumbal alat propaganda militer untuk pangkat dan jabatan jakarta? Apakah pantas rakyat Papua merayakan kemerdekaan NKRI dengan berlumuran darah? Apa Definisi kemerdekaan yang di maksudkan negara?
Bagi Solidaritas Rakyat Papua Barat Bergerak, kemerdekaan tidak boleh berhenti pada kata “merdeka.” Kemerdekaan harus bergerak menjadi: Merdeka dari ketakutan, Merdeka dari diskriminasi, Merdeka untuk bersuara, Merdeka untuk menentukan masa depan, Merdeka mempertahankan identitas dan budaya, Merdeka mempertahankan ruang hidup dan menegakkan keadilan.
Panggung Merdeka adalah panggung kebudayaan, Panggung pendidikan rakyat, Panggung kebebasan berekspresi, Panggung kritik terhadap kekuasaan. Pertanyaan sederhana Rakyat bukan hanya bertanya “sudah berapa tahun Indonesia merdeka?”, tetapi juga bertanya “siapa yang sudah merasakan kemerdekaan dan siapa yang masih menunggu keadilan?”
Merdeka untuk semua adalah Merdeka individu, Merdeka perempuan, Merdeka kaum tertindas, Merdeka masyarakat adat, Merdeka dari ketakutan, Merdeka dengan keadilan dan martabat manusia.
Solidaritas Rakyat Papua Barat Bergerak mengajak seluruh rakyat untuk bersama sama menyampaikan suara kemerdekaan pada hari : Senin, 17 Agustus 2026 Waktu di Jalan Merdeka ( Kedai Kopi Jamertime ) Jam 16.00 (4 Sore sampai selesai). “Mari seluruh elemen rakyat, pemuda, mahasiswa, dan kaum tertindas di Tanah Papua dan Nusantara yang Merdeka untuk bersatu dan bangkit menuntut keadilan diseluruh Indonesia dan terlebih Khusus Di Tanah Air Papua.

Papua Benteng Terakhir Iklim Dunia
Tolak Program Strategis Nasional Di Tanah Air Papua!
Tolak Militerisme diseluruh Tanah Air Papua!

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours