MAYBRAT, PAPUA BARAT DAYA — 26 September 2026 — Dugaan kekerasan terhadap warga sipil kembali mencuat di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Wilem Alias Yae Wakom, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Kampung Wakom, Distrik Aifat Timur, dilaporkan diduga mengalami penyiksaan setelah berada di dalam sebuah pos militer di Kampung Aisa.
Menurut keterangan yang dihimpun, Wilem diduga diamankan oleh personel TNI Angkatan Laut (TNI AL) Korps Marinir yang bertugas di wilayah Kampung Aisa. Ia kemudian disebut dikunci di dalam pos militer dan mengalami tindakan kekerasan.
Situasi tersebut semakin menjadi perhatian karena keluarga dan masyarakat disebut tidak diperbolehkan melihat kondisi Wilem selama berada di dalam pos. Larangan tersebut, berdasarkan informasi yang diterima, dilakukan tanpa penjelasan yang dapat diterima oleh pihak keluarga.
Keluarga kini mempertanyakan kondisi dan keberadaan Wilem serta meminta agar dirinya dapat segera dilihat dan diperiksa oleh pihak keluarga maupun tenaga medis independen.
Dugaan Kekerasan terhadap Warga Sipil Disorot
Kasus Wilem kembali menyoroti kekhawatiran masyarakat sipil mengenai aktivitas dan penambahan personel militer di sejumlah wilayah Kabupaten Maybrat.
Menurut informasi yang disampaikan masyarakat, peningkatan kehadiran aparat keamanan di wilayah tersebut dinilai telah menimbulkan rasa takut di tengah warga. Masyarakat juga menuding adanya tindakan terhadap warga sipil yang dilakukan tanpa penjelasan dan bukti yang terbuka.
Namun, tudingan tersebut masih memerlukan verifikasi independen. Belum ada keterangan resmi yang dapat memastikan kronologi lengkap peristiwa, termasuk alasan Wilem diamankan, kondisi fisiknya, serta tindakan yang dilakukan terhadap dirinya selama berada di dalam pos.
Desakan Pemeriksaan Transparan
Dugaan penyiksaan terhadap warga sipil merupakan persoalan serius dan perlu diperiksa secara transparan. Apabila benar terjadi kekerasan terhadap Wilem, maka diperlukan penyelidikan untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab dan memastikan adanya perlindungan serta akses terhadap korban.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak TNI AL maupun TNI mengenai dugaan penyiksaan terhadap Wilem Alias Yae Wakom.
Keluarga dan masyarakat berharap kondisi Wilem segera dapat diketahui secara terbuka, korban memperoleh akses pemeriksaan medis, dan seluruh rangkaian peristiwa diusut secara transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Penulis : Mandela



+ There are no comments
Add yours