Dua Pemuda Dilaporkan Tewas Ditembak di Nduga, Satu Orang Luka-luka dan Enam Warga Ditangkap

NDUGA, Papua Pegunungan — Jumat, 23 Oktober 2026
Insiden penembakan dilaporkan terjadi di kawasan permukiman warga di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pada Jumat (23/10/2026), sekitar pukul 11.00 hingga 12.00 Waktu Papua (WP).

Berdasarkan informasi yang diterima, aparat yang disebut sebagai KOP. ABEMA diduga melakukan penembakan secara membabi buta di kawasan permukiman warga. Peristiwa tersebut dilaporkan mengakibatkan dua pemuda meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka tembak di bagian tangan.

IDENTITAS KORBAN
Berikut identitas ketiga korban berdasarkan informasi yang disampaikan:
1. Helkia Kerebeya
* Usia: 16 tahun
* Distrik asal: Geyarek
* Kampung asal: Gilinga
* Status: Pegawai desa
* Kondisi: Dilaporkan meninggal dunia.

2. Mazur Serera
* Usia: 25 tahun
* Distrik asal: Geyarek
* Kampung asal: Gilinga
* Status: Aparat desa
* Kondisi: Dilaporkan meninggal dunia.

3. Kaberak Kerebeya
* Usia: 16 tahun
* Distrik asal: Geyarek
* Kampung asal: Gilinga
* Kondisi: Mengalami luka tembak di bagian tangan dan masih menjalani perawatan di rumah sakit. Berdasarkan informasi yang diterima, proyektil peluru masih berada di dalam tubuh korban.

Selain korban penembakan, enam orang lainnya dilaporkan ditangkap dan dibawa ke Polres Nduga. Di antara mereka disebut terdapat seorang ibu dan anak.
Sementara itu, jenazah kedua korban yang meninggal dunia dilaporkan masih berada di rumah sakit dan dijaga ketat oleh anggota kepolisian.

Pihak yang menyampaikan informasi ini menegaskan bahwa para korban merupakan warga sipil. Mereka juga menyebut kedua korban ditembak di depan rumah oleh aparat militer Indonesia.

Namun, kronologi lengkap kejadian, alasan penembakan, serta keterangan resmi dari pihak kepolisian dan militer masih perlu dikonfirmasi secara independen.

Atas peristiwa tersebut, pihak yang menyampaikan laporan mengajukan sejumlah tuntutan kepada aparat keamanan, yaitu:

1. Kapolres Nduga diminta segera memberikan pertanggungjawaban atas kematian kedua korban dan mengusut tuntas peristiwa penembakan tersebut.

2. Dandim Nduga dan KOP. ABEMA diminta memberikan pertanggungjawaban atas insiden yang dilaporkan mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka tembak.

3. Keadilan bagi keluarga korban harus ditegakkan melalui penyelidikan yang transparan, pengungkapan fakta, dan proses hukum terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab.

Menurut informasi yang disampaikan, keluarga korban berencana melakukan mobilisasi massa pada Sabtu (24/10/2026) untuk menuntut pertanggungjawaban KOP. ABEMA, Kapolres Nduga, dan Dandim Nduga atas insiden tersebut.

Seluruh pihak diharapkan memberikan perhatian serius terhadap peristiwa ini, memastikan keselamatan warga sipil, serta menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi keamanan di wilayah Nduga.

Masyarakat juga diharapkan tetap tenang dan mengutamakan langkah-langkah damai dalam menyampaikan tuntutan keadilan.

Pengungkapan fakta secara transparan, penyelidikan yang independen, dan pertanggungjawaban hukum merupakan hal penting untuk memastikan keadilan bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

Penulis : Mandela

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours