SOLIDARITAS MAHASISWA DAN PEMUDA MANOKWARI DESAK PENGHENTIAN LATIHAN PERANG DI GUNUNG MAUT

MANOKWARI, PAPUA BARAT — Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Kota Studi Manokwari mengecam keras aktivitas pelatihan perang TNI di Gunung Maut, Distrik Sururey, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, yang diduga berdampak pada keselamatan masyarakat sipil hingga menyebabkan dua warga terdampak ledakan bom.

Dalam pernyataan sikapnya, solidaritas menilai peristiwa tersebut sebagai peringatan serius atas risiko aktivitas militer di wilayah masyarakat adat. Latihan perang yang berlangsung di sekitar lingkungan warga dinilai berpotensi menimbulkan ketakutan, mengancam keselamatan masyarakat, serta merampas hak warga untuk hidup aman di tanah adat mereka sendiri.

Solidaritas menegaskan bahwa keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh dikorbankan atas nama latihan militer. Karena itu, TNI dan Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak didesak untuk bertanggung jawab, menjamin perlindungan warga, serta mengambil langkah konkret agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Melalui pernyataan sikap tersebut, Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Kota Studi Manokwari menyampaikan lima tuntutan utama. Pertama, mendesak Pangdam XVIII/Kasuari segera menarik personel TNI yang melakukan pelatihan perang di Gunung Maut. Kedua, mendesak Kodim XVIII/XII mengamankan dan membersihkan seluruh alat utama sistem persenjataan (alutsista) serta material perang yang berpotensi membahayakan masyarakat di lokasi latihan.

Ketiga, mendesak Pangdam XVIII/Kasuari, Kodim XVIII/XII, dan Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak bertanggung jawab atas peristiwa ledakan bom yang berdampak pada dua warga sipil, termasuk memastikan penanganan dan pemulihan bagi para korban. Keempat, mendesak Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak menghentikan pemberian izin bagi aktivitas pelatihan militer TNI/Polri yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat sipil di wilayah tersebut. Kelima, mendesak TNI menghentikan pelatihan perang di lingkungan masyarakat sipil yang membahayakan warga di Kabupaten Pegunungan Arfak.

Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Kota Studi Manokwari menegaskan bahwa kehadiran aktivitas militer tidak boleh mengabaikan hak dasar masyarakat atas rasa aman dan keselamatan. Mereka mendesak seluruh pihak terkait untuk segera menindaklanjuti tuntutan tersebut demi mencegah jatuhnya korban berikutnya.

SOLIDARITAS MAHASISWA DAN PEMUDA KOTA STUDI MANOKWARI

Hentikan Pelatihan Perang di Gunung Maut, Lindungi Keselamatan Masyarakat Sipil!

Penulis : Nelson Krenak

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours