SOLIDARITAS RAKYAT PAPUA BARAT BERGERAK GELAR KONVOI PAWAI SALIB MERAH, SUARAKAN PENOLAKAN PSN DAN MILITERISME
Manokwari, Selasa, 14 Juli 2026 —
Solidaritas Rakyat Papua Barat Bergerak menggelar Konvoi Pawai Salib Merah di Kota Manokwari pada Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Papua Benteng Terakhir Iklim Dunia”sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait penolakan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di Tanah Papua serta penolakan terhadap militerisme.
Konvoi dimulai pada pukul 12.00 WIT dengan titik kumpul di Beringin Amban. Massa bergerak menggunakan kendaraan dengan membawa berbagai atribut kampanye, seperti Salib Merah berukuran sekitar satu meter, poster, dan pamflet.
Rute konvoi melintasi sejumlah ruas jalan utama di Kota Manokwari, yakni Beringin Amban, Lampu Merah Makalo, Putaran Jam Kampung Ambon, Angrem, Borasi, Jalan Manado, Vanimo, Wirsi, Arkuki, Sanggeng, Biryosi, Pasar Wosi, Taman Ria, Jalan Baru Suapen, Marina, hingga berakhir di Mangguapi.
Dalam kegiatan tersebut, Solidaritas Rakyat Papua Barat Bergerak menyampaikan dua tuntutan utama, yaitu:
1. Mencabut seluruh Proyek Strategis Nasional (PSN) di Tanah Papua.
2. Menghentikan militerisme dan berbagai operasi yang dinilai mengancam kehidupan masyarakat sipil.
Menurut panitia, Konvoi Pawai Salib Merah merupakan bagian dari upaya menyampaikan aspirasi kepada pemerintah sekaligus mengajak masyarakat untuk memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan yang mereka nilai sedang dihadapi masyarakat Papua.
Selama konvoi berlangsung, peserta juga menyerukan sejumlah slogan, antara lain “Hidup Rakyat Papua!”, “Papua Bukan Tanah Kosong!”, dan “Papua Benteng Terakhir Iklim Dunia!”
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Solidaritas Rakyat Papua Barat Bergerak dengan mengusung tagar
Penulis: KR

+ There are no comments
Add yours