SIUS IBA SOROTI KEBAKARAN HUTAN KALI MEYAH, SATU KILOMETER KAWASAN HUTAN DI PEGUNUNGAN ARFAK HANGUS TERBAKAR PEGUNUNGAN ARFAK, PAPUA BARAT — Kebakaran hutan yang melanda kawasan Kali Meyah, Kampung Iba, Distrik Testega, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, menimbulkan kekhawatiran masyarakat adat setempat. Kebakaran dilaporkan telah meluas hingga sekitar satu kilometer, sementara api hingga kini masih belum berhasil dipadamkan. Mantan Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) GMNI Cabang Manokwari, Sius Iba, menyoroti kondisi kebakaran tersebut dan berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menangani kebakaran yang mengancam kelestarian hutan di wilayah Pegunungan Arfak. Kebakaran yang dilaporkan berlangsung selama lebih dari dua minggu pada awal Oktober ini telah menghanguskan kawasan hutan dan menyebabkan sejumlah pepohonan terbakar hingga menjadi arang. Kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan, terutama bagi masyarakat adat yang kehidupannya memiliki keterkaitan erat dengan alam dan kelestarian hutan di wilayah mereka.

PEGUNUNGAN ARFAK, PAPUA BARAT — Kebakaran hutan yang melanda kawasan Kali Meyah, Kampung Iba, Distrik Testega, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, menimbulkan kekhawatiran masyarakat adat setempat.

Kebakaran dilaporkan telah meluas hingga sekitar satu kilometer, sementara api hingga kini masih belum berhasil dipadamkan.

Mantan Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) GMNI Cabang Manokwari, Sius Iba, menyoroti kondisi kebakaran tersebut dan berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menangani kebakaran yang mengancam kelestarian hutan di wilayah Pegunungan Arfak.

Kebakaran yang dilaporkan berlangsung selama lebih dari dua minggu pada awal Oktober ini telah menghanguskan kawasan hutan dan menyebabkan sejumlah pepohonan terbakar hingga menjadi arang.
Kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan, terutama bagi masyarakat adat yang kehidupannya memiliki keterkaitan erat dengan alam dan kelestarian hutan di wilayah mereka.

Masyarakat Adat Berharap Pemerintah Segera Turun Tangan
Masyarakat adat setempat berharap Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak dan Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui dinas serta instansi terkait segera mengambil tindakan untuk mengatasi kebakaran tersebut.

Masyarakat menilai penanganan harus segera dilakukan karena api dilaporkan telah meluas hingga sekitar satu kilometer dan masih belum padam. Sementara itu, besarnya kobaran api serta kondisi medan yang cukup rumit menjadi kendala bagi masyarakat untuk melakukan pemadaman secara mandiri.

Masyarakat adat setempat menyampaikan harapan agar pemerintah segera merespons situasi darurat tersebut.
“Masyarakat berharap agar dinas terkait, Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak dan Pemerintah Provinsi Papua Barat, segera menangani situasi kebakaran ini secepat mungkin. Kebakaran ini sudah meluas hingga sekitar satu kilometer dan api masih belum padam. Secara fisik, masyarakat tidak mampu memadamkan api yang sangat besar, ditambah kondisi medan yang cukup rumit,” demikian harapan masyarakat adat setempat.

Masyarakat berharap pemerintah segera meninjau lokasi kebakaran, mengerahkan petugas yang memiliki kemampuan menangani kebakaran hutan, serta menyediakan peralatan yang memadai untuk membantu proses pemadaman.

Langkah cepat dinilai penting untuk mencegah api semakin meluas dan mengurangi dampak kerusakan lingkungan di kawasan tersebut.

Kebakaran Hutan Jadi Ancaman bagi Kelestarian Alam
Kebakaran hutan yang berlangsung selama berminggu-minggu menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian pemerintah dan seluruh pihak terkait.

Selain upaya pemadaman, penyebab kebakaran juga perlu ditelusuri untuk memastikan faktor yang memicu munculnya api. Pemerintah diharapkan melakukan pemantauan terhadap kawasan terdampak serta mengambil langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Hutan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, melindungi keanekaragaman hayati, serta menopang kehidupan masyarakat adat setempat.

Kerusakan hutan akibat kebakaran tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kehidupan masyarakat yang bergantung pada kelestarian alam.

Karena itu, penanganan kebakaran di kawasan Kali Meyah membutuhkan respons cepat dan koordinasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, instansi teknis, serta masyarakat setempat.

Masyarakat adat berharap pemerintah tidak menunda penanganan kebakaran ini. Selama api masih menyala dan masyarakat mengalami keterbatasan untuk melakukan pemadaman secara mandiri, dukungan dari pemerintah dan instansi berwenang menjadi kebutuhan mendesak untuk mencegah kerusakan hutan semakin meluas.

Lokasi: Kawasan Kali Meyah, Kampung Iba, Distrik Testega, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.

Perkiraan kawasan terdampak: Sekitar satu kilometer, berdasarkan informasi yang tersedia.

Waktu kejadian: Awal Oktober, dilaporkan berlangsung lebih dari dua minggu.

Tokoh yang menyoroti kejadian: Sius Iba, Mantan Ketua Bidang OKK GMNI Cabang Manokwari.

Harapan masyarakat: Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak dan Pemerintah Provinsi Papua Barat segera mengambil langkah penanganan kebakaran melalui dinas dan instansi terkait.

Penulis : Nelson Krenak

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours