SOLIDARITAS RAKYAT PAPUA BARAT BERGERAK GELAR KONVOI PAWAI SALIB MERAH, SUARAKAN PENOLAKAN PSN DAN MILITERISME

SOLIDARITAS RAKYAT PAPUA BARAT BERGERAK GELAR KONVOI PAWAI SALIB MERAH, SUARAKAN PENOLAKAN PSN DAN MILITERISME

Manokwari, Selasa, 14 Juli 2026 —

Solidaritas Rakyat Papua Barat Bergerak menggelar Konvoi Pawai Salib Merah di Kota Manokwari pada Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Papua Benteng Terakhir Iklim Dunia”sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait penolakan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di Tanah Papua serta penolakan terhadap militerisme.

Konvoi dimulai pada pukul 12.00 WIT dengan titik kumpul di Beringin Amban. Massa bergerak menggunakan kendaraan dengan membawa berbagai atribut kampanye, seperti Salib Merah berukuran sekitar satu meter, poster, dan pamflet.

baca:  SIUS IBA SOROTI KEBAKARAN HUTAN KALI MEYAH, SATU KILOMETER KAWASAN HUTAN DI PEGUNUNGAN ARFAK HANGUS TERBAKAR PEGUNUNGAN ARFAK, PAPUA BARAT — Kebakaran hutan yang melanda kawasan Kali Meyah, Kampung Iba, Distrik Testega, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, menimbulkan kekhawatiran masyarakat adat setempat. Kebakaran dilaporkan telah meluas hingga sekitar satu kilometer, sementara api hingga kini masih belum berhasil dipadamkan. Mantan Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) GMNI Cabang Manokwari, Sius Iba, menyoroti kondisi kebakaran tersebut dan berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menangani kebakaran yang mengancam kelestarian hutan di wilayah Pegunungan Arfak. Kebakaran yang dilaporkan berlangsung selama lebih dari dua minggu pada awal Oktober ini telah menghanguskan kawasan hutan dan menyebabkan sejumlah pepohonan terbakar hingga menjadi arang. Kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan, terutama bagi masyarakat adat yang kehidupannya memiliki keterkaitan erat dengan alam dan kelestarian hutan di wilayah mereka.

Rute konvoi melintasi sejumlah ruas jalan utama di Kota Manokwari, yakni Beringin Amban, Lampu Merah Makalo, Putaran Jam Kampung Ambon, Angrem, Borasi, Jalan Manado, Vanimo, Wirsi, Arkuki, Sanggeng, Biryosi, Pasar Wosi, Taman Ria, Jalan Baru Suapen, Marina, hingga berakhir di Mangguapi.

Dalam kegiatan tersebut, Solidaritas Rakyat Papua Barat Bergerak menyampaikan dua tuntutan utama, yaitu:
1. Mencabut seluruh Proyek Strategis Nasional (PSN) di Tanah Papua.
2. Menghentikan militerisme dan berbagai operasi yang dinilai mengancam kehidupan masyarakat sipil.
Menurut panitia, Konvoi Pawai Salib Merah merupakan bagian dari upaya menyampaikan aspirasi kepada pemerintah sekaligus mengajak masyarakat untuk memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan yang mereka nilai sedang dihadapi masyarakat Papua.

Selama konvoi berlangsung, peserta juga menyerukan sejumlah slogan, antara lain “Hidup Rakyat Papua!”, “Papua Bukan Tanah Kosong!”, dan “Papua Benteng Terakhir Iklim Dunia!”

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Solidaritas Rakyat Papua Barat Bergerak dengan mengusung tagar

Penulis: KR

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours